Sabtu, 15 Desember 2012

PENDEKATAN MANAJEMEN

(Materi Kuliah Asas-asas Manajemen)

APAKAH PENTINGNYA MEMPELAJARI PENDEKATAN  MANAJEMEN?:

Dalam mempelajari pendekatan-pendekatan manajemen terlebih dahulu kita mengenal dua istilah yang berhubungan dengannya, yaitu pemikiran manajemen dan teori manajemen.

PEMIKIRAN MANAJEMEN (management thought) : menunjuk teori dan prinsip2 yang menuntun manajemen orang dalam organisasi.
Pemikiran manajemen merupakan teori yang mengantar manajer dalam memahami dan mengatur orang2 yang bekerja untuk mereka.

TEORI MANAJEMEN: adalah teori yang menjelaskan mengapa suatu praktek tertentu adalah efektif atau tidak efektif.
Teori manajemen dibutuhkan untuk memprediksi dan mengontrol perilaku manusia dalam lingkungan kerja. Tanpa teori  seorang manajer tidak tahu mengapa organisasinya berhasil atau tidak berhasil. Tanpa pemahaman manajer tidak ingin berusaha mencapai sasaran dimasa yang akan datang.
Karena manajemen adalah disiplin terapan yang relatif baru, maka kita perlu mempelajari ide2 dari teori2 yang sudah pernah ada. Disinilah pentingnya kita mempelajari pendekatan atau teori-teori manajemen.


BAGAIMANAKAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN ?
Teori2 manajemen yang ada sekarang ini merupakan hasil dari sebuah evolusi sejak manusia ada hingga akhir abad 20.
Beberapa istilah yang digunakan dalam menjelaskan evolusi pemikiran manajemen adalah :
            - mashab (school)
            - pendekatan (approach)
            - gerakan (movement)
            - teori ( theory )

Namun ada kecenderungan menggunakan istilah pendekatan/teori.
Dalam hal ini teori/pendekatan manajemen yang satu saling melengkapi teori/penedekatan manajemen yang berkembang sebelumnya.






PENDEKATAN UTAMA DALAM TEORI MANAJEMEN

  1. PRA KLASIK - Praktek-praktek manajerial dan manajer ahli serta perhatiannya                                terhadap efisiensi dan efektifitas organisasi sudah ada sejak  sebelum Revolusi Industri di Inggris.
                                -  Praktek-praktek manajerial telah ada sejak jaman Babilonia,                                                 Mesir, Cina, Romawi, yang terbukti dari hasil-hasil yang                                                    dicapai oleh Negara-negara tersebut.
                                - Sudah ada herarkhi organisasi, spesialisasi, konsep staf dan                                                  deskripsi kerja.
                                - Adanya Revolusi Industri merupakan puncak kejadian dan                                                   perubahan dalam manajemen kerja sama dalam organisasi.
 - Mulai diterapkannya teknik mesin dalam proses produksi dan adanya kerja sama yang besar dan rumit shg memerlukan manajemen yang bisa mengelola kerja sama dlm organisasi tsb.

  1. PENDEKATAN KLASIK
      ( PENDEKATAN TRADISIONAL/PENDEKATAN MEKANISTIK )

      Cabang Utama Pendekatan klasik untuk manajemen adalah :

a)      Pendekatan Manajemen Ilmiah
b)      Pendekatan Manajemen Administratif
c)      Pendekatan Manajemen Birokrasi

PENDEKATAN MANAJEMEN ILMIAH
Tokoh gerakan manajemen ilmiah adalah FW. Taylor (Bapak gerakan manajemen ilmiah). Karyanya adalah Principles of Scientific Management.
Pemikirannya  adalah Teori Fisiologi, yaitu pengaturan         penggunaan     fisik manusia       sebaik2nya dalam proses produksi.
Revolusi industri merupakan puncak kejadian dan perubahan manajemen dalam organisasi, dan mulai diterapkannya teknik mesin dalam proses produksi serta adanya kerja sama yang besar dan rumit shg memerlukan manajemen yang bisa mengelola kerja sama dlm organisasi tsb.

PENDEKATAN MANAJEMEN ADMINISTRATIF
Tokoh : Henry Fayol
Pendekatan Manajemen Administratif adalah pendekatan yang berpusat     pada  prinsip2 yang dapat digunakan oleh manajer untuk koordinasi kegiatan dlm organisasi.
Pendekatan ini menitik beratkan pada para manajer (Top Level Theory).

Aspek2 pokok yang dibahas dalam Manajemen Administratif:
a)      Aktivitas Organisasi, meliputi bidang:
            - Kegiatan Komersial
            - Kegiatan Finansial
            - Kegiatan pengamanan
            - Akuntansi
b)      Fungsi2 Manajemen. Fungsi2 manajemen harus dilaksanakan oleh manajer. Fungsi pertama mendahului fungsi yang lain ( fungsi planning –> fungsi controlling ).
c)      Prinsip2 manajemen yang jumlahnya 14 prinsip. Prinsip2 tsb bersifat fleksibel dapat disesuaikan dengan kondisi.

Prinsip-prinsip manajemen:
1)      Pembagian kerja berdasarkan spesialisasi
2)      Adanya wewenang dan tanggung jawab
3)      Disiplin. Tiap kegiatan dpt berjalan dengan wajar jika tiap2 pegawai mentaati dan menghormati peraturan organisasi
4)      Kesatuan perintah. Tiap2 pegawai harus menerima perintah hanya dari satu atasan saja, spy tidak bingung.
5)      Kesatuan arah. Tiap kegiatan organisasi dengan tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang manajer
6)      Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan probadi.
7)      Imbalan atau pemberian upah. Harus diberikan secara adil dan layak
8)      Sentralisasi atau pemusatan. Setiap tanggung jawab akhir pelaksanaan kegiatan psds skhirnys disentralisasi pada orang yang menduduki posisi puncak.
9)      Jenjang. Kedudukan orang2 perlu disusun dalam satu jenjang dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
10)  Keteraturan atau Tata tertib. Perlu pembuatan jadwal dan aturan jam kerja.
11)  Keadilan. Terhadap semua bawahan, manajer harus berlaku adil, sama, baik dan jujur. Dengan begitu akan membangun loyalitas dan inspirasi bawahannya.
12)  Stabilitas masa jabatan. Pergantian pegawai yang tinggi dan tidak diperlukan menunjukkan manajemen yang buruk.
13)  Prakarsa. Memberi kesempatan pada karyawan untuk memecahkan masalah dalam pekerjaannya.
14)  Semangat korps. Membangun kebersamaan dan semangat bersatu antara sesama anggota organisasi.

d)     Pendidikan manajemen
- melihat bahwa kemampuan manajerial atau ketrampilan manajerial  penting.
- perlu ada pengajaran manajemen melalui pendidikan formal disekolah2
- perlu adanya teori2 manajemen.

PENDEKATAN MANAJEMEN BIROKRASI
- Merupakan pdkt manajemen ideal untuk     organisasi.
- Menekankan pada aturan2, herarkhi, pembagian kerja yang  jelas dan  tuntas, mengikuti prosedur2, menitik beratkan pada struktur organisasi secara menyeluruh.

*      PERIKSA KEMBALI PADA MATERI TENTANG BIROKRASI !!

  1. PENDEKATAN MANAJEMEN PERILAKU
Cabang utama pendekatan ini :
1)      Pendekatan hubungan manusia
            - Tokoh : Elton Mayo
            - Pemikirannya: Howthorne study.
            - Produktivitas bukan disebabkan oleh aspek fisik     (lingkungan kerja,  upah, dll), tetapi disebabkan oleh saluran reaksi emosional yang rumit (perhatian pimp.,           supervisor yang simpatik, hubungan baik dg teman      kerja/atasan, dsb)
            - Pdkt humanistis – menekankan aspek manusiawi
            - Melengkapi teori klasik (mekanistik).

2)      Pendekatan Perilaku
-Menekankan faktor manusia sec.manusiawi dan individual
- Tokoh : Abraham Maslow
- Pemikirannya : Herarkhi kebutuhan manusia
- Manusia memasuki organisasi untuk memenuhi kebutuhannya    (kebutuhan  fisik, mencari teman,           harga   diri,mendapatkan penghasilan, dsb)
- Organisasi ingin berproduksi memerlukan sumbangan (kerja) dari tenaga   kerja.
            - Herarkhi kebutuhan manusia (A. Maslow):
(Kebutuhan fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan afiliasi,   kebutuhan penghargaan dan kebutuhan           aktualisasi diri)
-  Manajer: harus mampu mengintegrasikan baik kebutuhan organisasi maupun kebutuhan karyawannya, dan membimbing para pekerja untuk diarahkan pada tujuan-tujuan organisasi.      

TABEL I
PERBEDAAN PENDEKATAN MEKANISTIS DAN HUMANISTIS
Mekanistis
No.
Humanistis
Pekerja dianggap sebagai manusia rasional.
1.
Pekerja dianggap sebagai
 manusia sosial
Menekankan pada hubungan formal dan impersonal.
2.
Menekankan hubungan
sosial dan interpersonal
Motivasi melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi
3.
Motivasi melalui
pemenuhan kebutuhan sosial
Produktivitas  ditingkatkan melalui perbaikan kondisi fisik
4.
Produktivitas  ditingkatkan
melalui perbaikan kondisi sosial
    Ulber Silalahi (2002:112).
4. PENDEKATAN KUANTITATIF
- Dikembangkan untuk menyelidiki bagaimana teknik2 kuantitatif dapat meningkatkan   pembuatan keputusan  managerial.
  -  Dasar pendekatan kuantitatif : adanya asumsi bahwa teknik matematik, statistik dan bantuan informasi dapat digunakan untuk pembuatan keputusan, pemecahan masalah managerial dan efektivitas organisasi.

Cabang-cabang utama pendekatan kuantitatif :
     1). Manajemen science (berbeda dg scientific management).
        Yaitu menggambarkan aplikasi ilmiah dari teknik2 matematik dan metode  statistik  untuk problem2 manajemen.
     2). Manajemen operasi.
         Merupakan perkembangan dari management science dlm organisasi dengan
         penggunaan komputer untuk pemrosesan data secara cepat 
                       
5. PENDEKATAN MANAJEMEN KONTEMPORER
  • Pendekatan mekanistis dan pendekatan humanistis : belum dapat menjelaskan efektivitas organisasi karena lebih menekankan pada  dimensi internal organisasi.
  • Ternyata efektivitas organisasi juga ditentukan oleh dimensi eksternal organisasi.
  • Pendekatan ini disebut pendekatan kontemporer “atau” pendekatan modern untuk manajemen.
  • Pendekatan modern menghormati “pendekatan klasik”, “pendekatan  perilaku” dan “pendekatan kuantitatif”.
  • Para ahli mengakui bahwa tidak satupun teori/pendekatan yang berlaku universal untuk segala situasi, karena setiap organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya.

CABANG UTAMA PENDEKATAN KONTEMPORER:
1)      Teori  sistem
Dasar anggapan teori sistem:
a)      Memandang organisasi sebagai suatu sistem, baik sistem terbuka maupun tertutup, yaitu bagian2 yang saling berhubungan dalam mencapai tujuan bersama.
b)      Memandang organisasi sebagai subsistem dari sistem global sehingga tergantung pada lingkungan sistem tersebut.
*      Kesimpulannya : dalam perspektif pendekatan sistem, organisasi dan kegiatan2 manajerial dipandang sebagai kesatuan yang terdiri atas bagian2 yang saling berhubungan.
*      Kegiatan dari bagian manapun dalam organisasi mempengaruhi kegiatan dari setiap bagian yang lainnya.
            Untuk mempersatukan bagian2 organisasi secara keseluruhan atau sebagai satu   kesatuan, manajer harus berkomunikasi dengan para pegawai serta bagian2 lain dan lingkungannya.

2)      Pendekatan Kontingensi
  • Juga disebut Pendekatan Situasional.
  • Pdkt ini menekankan bahwa tindakan manajerial yang tepat tergantung pada  universal yang dapat diterapkan dalam segala situasi organisasi (lingkungan organisasi).
  • Satu pendekatan barangkali efektif digunakan dalam mengatasi masalah pada situasi tertentu tetapi tidak tepat lagi pada situasi yang lain. Situasi yang dimaksud disebut variable kontingensi.




BUKU-BUKU YANG PERLU DIPELAJARI  MAHASISWA:
1.Ulber Silalahi.2002. Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen. Mandar   Maju.Bandung.

            2. Winardi. 2000. Asas-asas Manajemen. Mandar Maju. Bandung.

            3. Winardi. 2003. Teori Organisasi dan pengorganisasian. PT Raja Grafindo  Persada. Jakarta




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar